Dokter Umum Dinas Kesehatan Kota Bandung, Pemuda Pelopor Kota Bandung Ternyata Lulusan RA, SD, SMP, SMA Plus Al-Ghifari
Dokter Umum Dinas Kesehatan Kota Bandung, Pemuda Pelopor Kota Bandung Ternyata Lulusan RA, SD, SMP, SMA Plus Al-Ghifari
INFO HUMAS YAYASAN AL-GHIFARI - Nama saya Dokter Salma Nabillah Gunawan, saat ini saya bertugas di Dinas Kesehatan Kota Bandung. Saya sangat bersyukur diberi kesempatan mengenyam pendidikan di bawah bimbingan Yayasan Al-Ghifari.
Itulah kata-kata yang terucap oleh salah seorang alumni terbaik RA, SD, SMP Plus Al-Ghifari, dr. Salma Nabillah Gunawan saat diwawancarai Humas Yayasan Al-Ghifari melalui sambungan telepon, Rabu (3/3/2021).
Dokter Salma yang saat ini bertugas di Dinas Kesehatan Kota Bandung ternyata lulusan RA Plus Al-Ghifari tahun 1997 - 1998, SD Plus Al-Ghifari tahun 1999 - 2005 dan SMP Plus Al-Ghifari tahun 2006 - 2008. Berdasarkan catatan sekolah, Dokter Salma selama belajar di Al-Ghifari termasuk anak yang cerdas, disiplin dan berprestasi.
Dirinya merasa bangga menjadi bagian dari Al-Ghifari serta bisa mengenyam pendidikan di tiga lembaga pendidikan sekaligus di Al-Ghifari mulai RA, SD dan SMP.
"Saya sangat bersyukur diberi kesempatan mengenyam pendidikan dibawah bimbingan Yayasan Al-Ghifari karena disana saya diajari tidak hanya keterampilan akademis tapi juga kecerdasan akhlakul karimah," ungkapnya.
Dokter Salma juga berterima kasih kepada para guru yang telah membimbing dan mengasah potensi dirinya
"Mulai dari RA saya sudah dibimbing oleh guru-guru yang handal. Kemudian saat SD saya sangat menyukai keterampilan bernyanyi sunda, kemudian di bimbing oleh guru kesenian hingga bisa menjadi finalis pasanggiri tembang lagu sunda tingkat SD se Kota Bandung. Serta dibimbing guru wali kelas yang sangat membantu dalam pemahaman pelajaran ketika kelas 6 SD, sehingga saya dapat mengikuti Ujian Naional dengan baik dan mendapat nilai yang memuaskan," jelasnya.
Bimbingan keagamaan saat belajar di Al-Ghifari, kata Dokter Salma sampai saat ini selalu diingatnya sebagai ilmu agama yang sangat bermanfaat.
Ia mengaku banyak sekali guru-guru di RA, SD, SMP Plus Al-Ghifari yang berjasa hingga menghantarkan dirinya sebagai seorang Dokter.
"Alhamdulillah menjadi dokter selain cita-cita dari kecil, tapi ternyata banyak amanah yang harus di tunaikan, salah satunya menjadi garda terdepan dalam penanganan Covid-19," ujar dr. Salma yang merupakan lulusan Fakultas Kedokteran, Universitas Padjadjaran, tahun 2011.
Sementara itu, Muhammad Hanif Fatahillah Iskandar, tidak seperti Dokter Salma yang lulusan RA, SD dan SMP Plus Al-Ghifari, tapi dirinya mengaku selain lulusan RA, SD, SMP Plus Al-Ghifari juga sebagai alumni SMA Plus Al-Ghifari yang lulus tahun 2013.
"Ketika saya menimba ilmu di Al-Ghifari, banyak sekali ilmu yang saya dapatkan khususnya bidang keagamaan yang tentu menjadi bekal saya," kata Hanif, saat dihubungi, Kamis (4/3/2021) di kediamannya, Jln. Cilengkrang I, Kel. Cisurupan, Cibiru, Kota Bandung.
Prestasi yang diraih selama ini, katanya tidak luput dari pengaruh para guru-guru dari Al-Ghifari.
"Mereka selalu membimbing dan mengembangkan potensi yang saya miliki dengan sabar. Walaupun saya adalah anak yang suka bereksperimen dan inovatif yang dilandaskan pemikir “out of the box”. Dari semenjak RA, saya dibekali dasar-dasar kepemimpinan yang membuat saya berhasil meraih Penghargaan Pemuda Pelopor Kota Bandung 2019 Bidang Pendidikan. Penghargaan tersebut diberikan oleh Walikota Bandung, Oded M Danial," terang Hanif.
Lebih lanjut, Hanif menjelaskan mulai dari Raudhatul Athfal (RA), hal yang berkesan adalah dirinya pertama kali belajar membaca Al-Qur’an. Pada waktu Sekolah Dasar (SD), muhasabah di Ciwidey yaitu kegiatan LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa) membentuk mental saya, sehingga ketika melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP, dirinya menjadi pribadi yang bisa menghargai, bermental kuat, mandiri, jujur dan kritis.
"Ketika SMA, saya dipercaya oleh teman-teman untuk menjadi perwakilan dengan tujuan berdiskusi kepada pihak sekolah terkait pelarangan penggunaan smartphone. Diskusi itupun mendapatkan respon positif dari pihak sekolah yang akhirnya pihak sekolah mencabut kebijakan pelarangan penggunaan smartphone. Hal ini menujukkan bahwa tenaga pendidik di Al-Ghifari memiliki pola pikir yang terbuka kepada siswa," ujar pemuda yang mempunyai kulit putih bersih ini.
"Saya pahami pendidikan dan teknologi adalah hal yang sangat penting untuk menghadapi perkembangan zaman dan tuntutan globalisasi saat ini. Dan kita sebagai manusia akan selalu membutuhkan agama agar terhindar dari kebodohan. Ketiga hal itu bisa kita dapatkan secara langsung di Al-Ghifari dengan metode pendidikan berbasis agama dan teknologi," pungkas Hanif yang saat ini sedang menempuh pendidikan di Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad.
Komentar
Posting Komentar